Poster yang bagus dilihat pertama kali bukan dari gambar, tapi dari keterbacaan tulisan. Ukuran huruf, jarak antarhuruf, dan kontras warna menentukan apakah orang bisa membaca informasi dari jarak beberapa meter. Panduan ini berisi langkah praktis mengatur huruf pada poster agar pesan utama sampai bahkan sebelum orang sempat berhenti.
Kenali dulu hierarki teks pada cara mengatur huruf pada desain poster
Sebelum menyentuh pengaturan huruf, tentukan dulu urutan kepentingan teks. Poster biasanya punya tiga lapis informasi: judul acara, informasi inti seperti tanggal atau lokasi, dan detail tambahan seperti kontak atau catatan.
- Judul paling besar, boleh dipadatkan atau ditebalkan.
- Informasi inti sedang, tetap jelas dibaca dari jauh.
- Detail paling kecil, cukup terbaca saat orang mendekat.
Ukuran huruf untuk judul biasanya dua sampai tiga kali ukuran informasi inti. Perbedaan yang terlalu kecil membuat semua teks terlihat rata dan mata bingung harus mulai dari mana.
Pilih ukuran huruf berdasarkan jarak baca
Ukuran huruf tidak bisa dipatok angka mutlak karena bergantung pada ukuran cetak dan jarak pandang. Sebagai patokan, judul pada poster A3 biasanya cukup di kisaran 72 sampai 120 poin, sementara informasi inti sekitar 24 sampai 36 poin. Kalau poster dipasang tinggi di dinding dan dilihat dari lima meter, naikkan lagi ukurannya.
Cara cepat menguji: cetak draft di kertas A4, tempel di dinding, lalu mundur sejauh perkiraan orang akan melihat poster aslinya. Kalau judul masih terbaca dan detail tetap samar, komposisinya sudah pas. Kalau judul pun sulit dibaca, perbesar atau sederhanakan teksnya.
Atur jarak antarhuruf dan antarbaris
Dua pengaturan jarak ini sering bikin poster terasa penuh atau berantakan. Tracking mengatur jarak antarhuruf dalam satu kata, sedangkan leading mengatur jarak antar baris.
Tracking untuk huruf kapital
Teks judul yang ditulis dengan huruf kapital semua terlihat lebih rapi kalau jarak antarhurufnya sedikit dilebarkan. Coba naikkan tracking sekitar 20 sampai 50 per seribu em dari pengaturan normal. Untuk teks isi dengan huruf kecil dan kapital campuran, biarkan tracking di pengaturan standar supaya tetap nyaman dibaca.
Leading untuk banyak baris
Informasi yang terdiri dari beberapa baris, seperti rangkaian jadwal acara, butuh jarak antarbaris sekitar 1,3 sampai 1,5 kali ukuran huruf. Jarak yang terlalu rapat membuat baris saling menempel, sementara jarak yang terlalu lebar membuat teks tercerai-cerai dan susah diikuti sebagai satu kesatuan.
Buat kontras yang cukup antara teks dan latar
Sebagus apa pun susunan hurufnya, kalau warnanya tenggelam di latar, poster tetap gagal dibaca. Teks putih di atas foto gelap bisa hilang bagian tertentu yang kebetulan berwarna terang.
Ada dua cara yang sering dipakai desainer. Pertama, tambahkan lapisan gelap transparan tipis di belakang area teks. Kedua, beri blok warna solid di belakang judul. Keduanya menjaga keterbacaan tanpa harus menghilangkan foto latar.
Hindari teks berwarna cerah di atas latar berwarna cerah dengan tingkat kecerahan mirip. Kuning di atas putih atau merah di atas oranye membuat mata cepat lelah dan huruf tampak bergetar, terutama setelah dicetak.
Susun teks dengan kisi sederhana
Kisi atau grid membantu menempatkan teks secara konsisten. Untuk poster ukuran sedang, kisi dua kolom sudah cukup. Judul bisa memakai lebar penuh, sedangkan informasi inti dan detail dibagi ke dua kolom supaya tidak menumpuk di satu sisi.
Rata kiri biasanya lebih aman untuk teks berparagraf karena tepi kirinya lurus dan mudah diikuti. Teks rata tengah cocok untuk judul pendek atau ajakan singkat, tapi hindari memakainya untuk blok teks yang panjang.
Jaga margin minimal sebesar dua kali tinggi huruf terbesar. Margin yang cukup membuat poster terasa lapang dan memberi ruang aman saat dipotong atau dibingkai.
Padukan maksimal dua keluarga huruf
Satu huruf untuk judul dan satu untuk isi sudah cukup. Pilih pasangan yang kontras jelas: misalnya huruf judul berkarakter tegas dipadukan huruf isi yang netral dan mudah dibaca. Kalau dua huruf yang dipakai punya bentuk mirip, keduanya justru terlihat seperti salah pilih.
Hindari memakai lebih dari dua keluarga huruf pada poster berukuran kecil. Setiap tambahan jenis huruf menuntut penyesuaian jarak dan ukuran sendiri, dan ruang poster terbatas.
Langkah singkat mengecek hasil sebelum dicetak
- Tulis semua teks di dokumen terpisah, urutkan dari yang paling penting.
- Tentukan tiga tingkat ukuran huruf, jangan lebih.
- Pasang teks pada poster, atur posisi memakai kisi sederhana.
- Periksa kontras dengan menyipitkan mata; kalau judul kabur, tambah kontras.
- Cetak draft kecil, tempel di dinding, dan uji dari jarak baca sebenarnya.
- Minta satu orang lain membaca dari jauh dan menyebutkan isi poster tanpa mendekat.
Langkah terakhir itu paling sering menyelamatkan poster dari kesalahan. Kalau orang lain salah membaca tanggal, lokasi, atau nama acara, berarti pengaturannya perlu diperbaiki.
Ringkasan
Mengatur huruf pada poster berputar di sekitar hierarki, ukuran, jarak, dan kontras. Tentukan dulu urutan kepentingan teks, pilih tiga tingkat ukuran, atur jarak antarhuruf serta antarbaris, lalu pastikan warna teks menonjol dari latar. Uji hasil dengan mencetak draft dan memeriksanya dari jarak baca asli.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah keluarga huruf ideal untuk satu poster?
Dua sudah cukup, satu untuk judul dan satu untuk teks isi. Poster dengan tiga jenis huruf atau lebih cenderung terasa ramai dan membuat mata sulit menentukan fokus.
Apakah huruf kapital semua boleh dipakai untuk judul?
Boleh, asalkan jarak antarhurufnya sedikit dilebarkan dan judulnya tidak terlalu panjang. Rangkaian huruf kapital yang panjang tanpa penyesuaian jarak justru lebih sulit dibaca daripada huruf kecil dan kapital campuran.
Bagaimana kalau poster berisi banyak informasi dan tidak muat?
Pangkas isinya, jangan kecilkan hurufnya terus-menerus. Poster yang informasinya penuh biasanya kalah menarik dibanding poster dengan satu pesan utama yang tegas.